Na'am, ana berusaha memahami dengan baik permasalahan yang antum paparkan. Semoga Allah memberikan tawfiq agar kita bisa saling memberi faidah.
Dari hadis Abdullah bin Mas'ud rodhiyallaahu'anhu, Rasulullah shollallahu'alayhiwasallam bersabda:
سباب المسلم فسوق و قتاله كفر
Mencaci maki seorang muslim itu merupakan kefasikan dan membunuh seorang muslim itu merupakan kekufuran. (Muttafaqun 'alayhi).
Hadis ini tentu harus dijadikan landasan utama seorang muslim dalam berinteraksi dengan saudara-saudaranya sesama muslim.
Kemudian, berkaitan dengan masalah nomor dua, antum mengatakan:
maka itu bahayanya memberi gelar terhadap sesama muslim apalagi sesama salafiyyin dengan gelar buruk apalagi bentuk seperti " si FULAN AHKLAQnya tidak sesuai SALAFUSH SHALEH" ini menjadi perkara (AKIDAH dan MANHAJ) bisa jadi fulan ini TABDI atau TAKFIR karena membawa dan menyangkut pernyesuaian terhadap salafush shaleh.jika ahklaqnya tidak sesuai salafush shalelh penuduhnya mengangap itu keluar dari manhaj salaf.dan ini menjadi perkara TABDI apalagi di sertai WALA dan BARA.
Yang "tidak sesuai dengan salafush sholeh" memang punya beberapa kemungkinan. Ia bisa merupakan kekufuran yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Ia bisa juga merupakan perkara bid'ah. Atau bisa juga merupakan kefasikan/ma'shiyat. Maksudnya adalah, sesuatu yang tidak sesuai dengan salafush sholeh itu bertingkat-tingkat. Dari yang paling besar (yang mengeluarkan seseorang dari Islam) sampai yang paling kecil.
Dalam memahami penilaian buruk "akhlak salafiyyin tidak sesuai dengan salafush sholeh", antum perlu menyadari adanya kemungkinan-kemungkinan di atas. Kalau suatu pernyataan memiliki beberapa kemungkinan makna, tentu kita tidak bisa memastikan mana makna yang dimaksud oleh si penutur, sampai dia menjelaskannya secara terang. Adapun qorinah/indikator "disertai wala dan bara" yang antum sebutkan, terus terang masih belum bisa ana pahami, bagaimana konkretnya? Apakah maksudnya "disertai dengan hajr"? Kalau ya, maka apakah pengisoliran seseorang itu sudah menjadi bukti bahwa orang itu di-tabdi' atau ditakfir? Dalam muroja'ah antum di thread lain, antum sendiri menuliskan contoh 3 orang Sahabat yang diisolir. Tapi itu bukan berarti mereka ditabdi' atau lebih-lebih ditakfir. Di sini, supaya tidak kabur, bisa antum jelaskan, apakah adanya hajr itu merupakan indikator tabdi' atau takfir?