Forum Ukhuwah Ahlussunnah
Welcome, Guest. Please login or register.

10 February 2012, 02:37:11 PM

Ahlan wa sahlan, bagi pengunjung bisa mendaftar di sini, manfaatkan fasilitas Forum Alilmu untuk menjalin ukhuwah dengan ikhwah dari berbagai daerah, mari berbagi faedah dan saling menasehati di atas sunnah. Masih banyak tema diskusi menarik lainnya di dalam forum setelah antum login nanti.


Pages: [1]   Go Down
Send this topic | Print
Author Topic: Bayi di Bawah 1 Tahun Jangan Diberi Madu  (Read 1271 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
Zain
Warga Rajin
***
Offline Offline

Posts: 69



WWW
« on: 30 May 2010, 08:40:55 AM »

Jakarta, Madu adalah salah satu pemanis alami yang banyak disukai orang. Tapi para orangtua sebaiknya tidak memberikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun, karena berisiko terkena botulisme pada bayi.

Botulisme adalah salah satu jenis keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.

Madu memang memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh seseorang, seperti untuk penambah stamina atau dipercaya memiliki sifat antimikroba.

Namun hal ini sepertinya tidak akan berlaku pada bayi yang belum genap berusia 1 tahun. Karena kemungkinan bukan manfaat tersebut yang didapatkan tapi bisa mengakibatkan botulisme pada bayi.

Seperti dikutip dari Pediatrics.about.com, Selasa (25/5/2010) bahwa bayi berusia di bawah 12 bulan memiliki risiko terkena botulisme jika mengonsumsi madu, sehingga sebaiknya dihindari.

Hal ini disebabkan spora dari bakteri Clostridium botulinum ini dapat ditemukan dalam madu alami, ketika madu tersebut masuk ke dalam tubuh dan dicerna oleh bayi maka spora dari bakteri ini akan melepaskan toksin yang dapat menyebabkan botulisme (keracunan).

Badan standar makanan (Food Standards Agency) Amerika Serikat merekomendasaikan sebaiknya memberikan madu setelah bayi berusia di atas 1 tahun, karena pada usia tersebut sistem pencernaannya sudah cukup matang untuk tidak membiarkan bakteri tersebut tumbuh di dalam tubuh.

Sedangkan saat usianya masih di bawah 1 tahun sistem pencernaannya belum matang sehingga rentan terhadap keracunan botulisme dari makanan.

Spora botulinum secara luas ditemukan pada beberapa pemanis lain seperti sirup mapel dan sirup jagung, namun memang lebih cenderung berada di dalam madu.

Karenanya orangtua harus memastikan setiap kandungan yang terdapat di dalam makanan olahan untuk bayinya, terutama yang belum di pasteurisasi (diolah dengan cara pemanasan).

Botulisme pada bayi bisa mematikan jika tidak terdeteksi sejak dini, hal ini karena sifat menyebar yang dimiliki oleh toksin tersebut.

Orangtua sebaiknya mengenali tanda-tanda dari botulisme pada bayi, yaitu:

   1. Biasanya diawali dengan sembelit atau susah buang air besar.
   2. Mengalami kelemahan otot akibat adanya kerusakan sistem saraf.
   3. Bayi akan menangis dan lama kelamaan akan menjadi lebih lemah.
   4. Bayi akan mengalami kesulitan makan dan menelan.
   5. Kelemahan yang dialami bayi akan membuatnya menjadi lesu.


Bayi memiliki risiko lebih besar pada enam bulan pertama kehidupannya, karena itu orangtua harus mencatat setiap kesehatan dan perubahan yang terjadi pada bayinya.

Orangtua sebaiknya menjaga kebersihan dan mengelola makanan yang akan dikonsumsi oleh bayi dengan teliti, serta dianjurkan untuk lebih menahan diri saat memberikan makanan pada bayinya terutama makanan yang terlalu manis.

http://health.detik.com/read/2010/05/25/133039/1363696/764/bayi-di-bawah-1-tahun-jangan-diberi-madu
Report to moderator   Logged
linherbal
Warga Baru
*
Offline Offline

Posts: 1


« Reply #1 on: 19 August 2010, 12:51:12 AM »

bismillah,
bagaimana dengan produk madu anak yang dijual, di kemasannya terdapat tulisan untuk umur dibawah 1 tahun cukup dioleskan ke bibir atau lidah saja. dan madu ini sudah ada ijin depkesnya.
ana juga pernah baca mengenai himbauan untuk tidak memberikan madu pada bayi <1thn tapi dikarenakan dikhawatirkan si bayi tidak memiliki daya tahan tubuh sendiri, jadinya tidak mandiri.
syukron
Report to moderator   Logged
Al-Ilmu.Com
Administrator
Warga Teladan
*****
Offline Offline

Posts: 365



WWW
« Reply #2 on: 19 August 2010, 06:03:14 AM »

masalah pada bayi karena ketahanan tubuhnya yang masih lemah, maka semua asupan dari luar harus diusahakan steril, misalnya dngn pasteurisasi. termasuk peralatan wadah makan/minumannya juga mesti steril (direbus dulu). Termasuk madu, yang mana madu ini berasal dari alam bebas dan dia tidaklah bersifat bisa mensterilkan zatnya sendiri, jadi ana kira sangat riskan. kami lihat pembuat produk herbal pun kebanyakan hanya asal membuat produk mengikuti trend atau pasar, padahal kurang memahami lebih dalam ttg produk itu sendiri maupun terapi secara umum. masalah depkes itu tidak menjamin, karena mudah saja bisa produsen memakai 1 nomer depkes utk berbagai produknya.
mungkin dalam jumlah sedikit saja masih cukup aman, tapi dalam jumlah banyak dan terus menerus itu harus tetap diperhatikan pengolahan sebelum diberi ke bayi. pasteurisasi memungkinkan membunuh mikroorganisme penyakit tapi tetap menjaga kandungan gizinya. setau ana ada madu khusus yang aman, yaitu madu refinasi (madu yg sudah dimurnikan) melalui teknologi canggih industri farmasi dan dikemas sangat higienis (pake mesin). ini aman utk bayi. wallahu a'lam.
Report to moderator   Logged

-- Belanja Online Produk Islami Bermanhaj Salaf? Kunjungi http://al-ilmu.com
Dina bintu Syamil
Warga Simpatisan
**
Offline Offline

Posts: 5


« Reply #3 on: 23 September 2010, 09:46:59 AM »

syukron atas informasinya, ana baru tau nih .. nanti ana informasikan kepada keluarga-keluarga ana...
Report to moderator   Logged
Pages: [1]   Go Up
Send this topic | Print
Jump to: