Forum Ukhuwah Ahlussunnah
Welcome, Guest. Please login or register.

09 February 2012, 08:08:14 AM

Sekarang antum bisa berbagi info kajian atau dauroh di kalender forum ukhuwah alilmu, posting di sini.


Pages: [1]   Go Down
Send this topic | Print
Author Topic: Bagian 1 (Mudah2an Berlanjut)  (Read 1105 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
salafy79
Warga Baru
*
Offline Offline

Posts: 3


« on: 28 August 2009, 11:01:56 PM »

بسم الله الرحمن الرحيم
1.Sekapur Sirih
Segala puji hanya bagi Alloh Robb (Tuhan) semesta alam, sholawat dan salam atas nabi kita; Muhammad , keluarganya yang baik, para sahabatnya yang telah mendapat petunjuk, serta atas orang-orang yang menempuh jalan dan mengambil hidayah dengan hidayah mereka sampai hari kiamat. Amma ba'du:
Alloh Ta'ala berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Qs. Al-Maidah : 8).
   Ayat yang mulia ini terhitung sebagi kaidah di dalam jarh (menyatakan seseorang itu 'cacat')dan ta'dil (menyatakan bahwa seseorang itu terpuji). Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa asas keadilan merupakan bagian dari konsekwensi iman. Asas ini merupakan sesuatu yang sangat dalam, ia mencakup seluruh bentuk keadilan; bersama orang yang 'dekat' ataupun 'jauh'. Demikian pula, ayat ini melarang segala bentuk kedzoliman, terhadap orang yang 'dekat' ataupun 'jauh', terhadap saudara atau pun musuh.
   Pada hari ini, di zaman sedikitnya pengusung dan pembela keadilan –seiring dengan sedikitnya ahlus sunnah–, merajalelanya fitnah dan sedikitnya sifat waro’ maka kami haturkan kepada teman-teman seperjuangan : 14 Kaidah Menghukumi Individu.
   
2. Alasan diangkatnya masalah ini:
   Banyaknya orang yang berbicara tentang masalah ini; Kadang dengan hak dan kadang pula dengan bathil.
   Kebodohan terhadap masalah ini menyebabkan seseorang 'terjerumus' kepada kehormatan seseorang; Dengan prasangka dan kedustaan.
   Syari'at datang untuk menjaga kehormatan dan keadilan.
   Banyaknya majlis-majils yang 'dikomandoi' ruwaibido, yang 'kerjaannya' mencabik-cabik kehormatan ahlu sunnah wal jama'ah secara umum dan para pencari ilmu dan ulama pada khususnya. Dengan mudahnya mereka menyatakan fulan fasiq, fulan kafir dan seterusnya. Sedang mereka tidak mengetahui syarat syahadah dan pembatalnya dan juga tidak faham kaidah-kaidah pengkafiran di sisi ahlu sunnah wal jama'ah.
Maka insya Alloh kita akan jelaskan kaidah-kaidah tersebut supaya:(لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَا مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ)'agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula).(Qs.Al-Anfal : 42).

3. Jawablah Pertanyaan Dengan Nuranimu
Maka secara umum kita katakan : Hendaknya seseorang yang akan membicarakan seseorang untuk melihat dan mempersiapkan beberapa hal :
1.   Berkaca diri,apakah yang akan dikatakan karena Alloh atau karena memuaskan hawa nafsu ?
Jika karena Alloh Ta'ala, maka jawablah pertanyaan yang datang kemudian :(a). Apakah telah melakukan (tabayun wa tatsabut) cek dan ricek ?, (b). Telahkah mendahulukan berbaik sangka dan berusaha mencarikan alasan bagi sesuatu yang telah kamu anggap salah tersebut ? (c). Telahkah mengetahui hakikat kebenaran dan kesalahan sehingga bisa mengetahui ahli keduanya?.
Jika karena hawa nafsu, maka ingatlah firman Alloh Ta'ala kepada nabinya yang mulia Daud 'alaihis salaam:
"Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah Keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, Karena mereka melupakan hari perhitungan". (QS. Shood : 26).
Para ulama berkata : Al-Hawa dinamakan hawa karena (يهوي)'Menghempaskan' pelakunya ke dalam api neraka.
2.   Persiapan. Telahkah mempersiapkan jawaban untuk menjawab pertanyaan Alloh Ta'ala ?
Alloh Ta'ala berfirman :
"(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir". (QS. Qof : 17-18).
4. Sistematika Pembahasan :
   Nas Kaidah
   Penjelasan Kaidah
   Dalil Kaidah
سبحان ربك رب العزة عما يصفون ، وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.
Logged
Darussunnah
Global Moderator
Warga Setia
*****
Offline Offline

Posts: 176


« Reply #1 on: 13 December 2009, 03:55:50 PM »

ditunggu kelanjutannya...
Logged
Pages: [1]   Go Up
Send this topic | Print
Jump to: