Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kelahiran anak kami yang ketiga.

Uploaded with
ImageShack.usKronologis istri dari awal tanda sampai kelahiran:
-Sekitar 3-4 hari keluar cairan sedikit-sedikit, yang ternyata cairan ketuban.
-Selasa siang di USG, nampak bahwa ketuban sudah berkurang, harus dipacu segera melahirkan biar tidak susah melahirkan dan memang sudah waktunya melahirkan.
-Pukul 13.30-an pil pemacu diminum, terus segera ke RS Bersalin An Nisaa' Cilacap.
-Pukul 14.30 sampai, disuruh bed rest oleh perawat. Perut belum kerasa ada yang mau keluar.
-Pukul 16.30 mulai terasa.
-Pukul 17.00 terasa sakit, makin meningkat.
-Pukul 17.30 sudah pembukaan. Beberapa menit kemudian saya yang sedang mijit punggung dan kepala istri yang kesaklitan disuruh mengambil kain oleh perawat.
-Pukul 17.40 pas kembali ke ruang bersalin, perawat tidak memperbolehkan saya masuk, terdengar percakapan bahwa bayi sudah keluar. Saya menunggu suara bayi menangis, tak lama kemudian suara tangisan bayi terdengar. Alhamdulillah. Sayapun berwudlu bersiap shalat maghrib dan sebelumnya melakukan sujud syukur. Semoga anak ini kelak, bersama dua saudaranya yang lain, bisa menjadi penyejuk mata (qurrata a’yun), yang mau mendo’akan orang tuanya, bersama berdzikir mengingat Allah, senantiasa bertasbih kepada-Nya.
Sebagian hal-hal penting:
Ketika Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam bersabda tentang terputusnya amal anak Adam kecuali tiga perkara, sebagian 'ulama memberikan faidah tentang sabda Nabi Shalallahu’alaihi wassalam, "Au waladin shalih yad'u lahu" (atau anak shalih yang mendo’akan orang tuanya), bahwa ini merupakan bukti tidak ada amalan yang lebih baik yang ditujukan untuk orang tua yg sudah meninggal daripada do'a.
Al Baihaqi dlm As Sunnah-nya menyatakan, sebagian salaf berkata, terkadang aku paksakan diri untuk melakukan jima' dengan istri, dengan harapan kelak akan terlahir darinya keturunan yang bertasbih kepada Allah Ta'ala.
Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam bahwa Allah akan mengangkat derajat seseorang dalam jannah, padahal amalan dia belum mencapai derajat seperti itu, dia terheran, dari mana ini?:"istighfari waladika laka" (permohonan ampunan dari anakmu untukmu).
Dari mendampingi istri melahirkan juga kita bisa mengambil pelajaran tentang biirul walidain, lebih khusus kepada ibu. Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.”